Pertanyaan:
Apakah Ada Rumus tertentu untuk menulis Pego Jawa/Indonesia beserta jelaskan Sejarahnya? mohon dijelaskan terimakasih.
Jawab:
Ada Rumus/kaidah tertentu untuk menulis pego jawa/Indonesia mari kita simak penjelasan berikut..........
Arab Pegon (Pego) asalnya
berasal dari huruf Arab Hijaiyah, yang kemudian disesuaikan dengan
aksara (abjad) Indonesia (Jawa). Kata pegon dalam kamus Bausastra
mempunyai arti tidak murni Bahasa Jawa.
Huruf Pegon lahir dikalangan pondok pesantren untuk
memaknai atau menerjemahkan kitab – kitab berbahasa Arab kedalam bahasa
Jawa/Indonesia untuk mempermudah penulisannya, karena penulisan Arab
dimulai dari kanan ke kiri begitu pula menulisan Pegon, sedangkan
penulisan Latin dimulai dari kiri ke kanan.
Menurut satu pendapat, penemu huruf Pegon adalah Sunan Ampel1, sedangkan menurut pendapat lain Imam Nawawi2 Banten,
hal ini dikuatkan dari sejarah pada masa penjajahan banyak sekali
terjadi penindasan, perampasan hak dan penyiksaan. Maka timbulah
“Gerakan Anti Penjajah”. Pemberontakan terhadap pemerintahan penjajah
terjadi dimana – mana, termasuk didalamnya kaum muslimin sampai – sampai
para ‘ulama dan kyai berfatwa “haram memakai apapun dari penjajah”
termasuk tulisannya. Dalam situasi ini, dengan cerdas Imam Nawawi
menyesuaikan bahasa Jawa dengan huruf – huruf Arab yang dinamakan aksara
Pegon (Pego).
Demikianlah sedikit uraian
arti, penemu dan latar belakang ditemukannya aksara Pegon. Selanjutnya
akan diuraikan kaidah menulis dan membaca aksara Pegon yang diambil dari
buku “Pakem Tanah Jawa Induk Ramalan dan Kisah Ekspedisi Syeikh Subakir3 ke Pulau Jawa” dengan sedikit perubahan. Agar penulisan Pegon kita (para SayThon) dapat diseragamkan.
- Sastra Pegon
- Huruf Hijaiyyah
ا ب ت ث ج ح خ ........الخ
- Aksara Arab yang diambil untuk aksara Pegon
اب ت ج د ر س ط ع ف ك ل م ن و ه ي
- Transkripsi huruf Pegon kedalam huruf Jawa dan Latin (abjad)
- NoAksara JawaAksara LatinAksara Pegon01HaH/Aه/أ02NaNن03CaCچ04RaRر05KaKك06DaDڎ07TaTت08SaSس09WaWو10LaLل11PaPڤ12DhaDhڎ13JaJج14YaYي15NyaNyۑ16MaMم17GaGڮ18BhaBب19ThaThط20NgaNgڠ
Huruf Pegon ini merupakan
huruf konsonan sebelum digandeng dengan huruf vokal dan sandangan huruf
lain. Untuk menjadikan huruf vokal maka harus ditambahkan huruf vokal
yaitu :
- Alif (ا) : untuk bunyi A
- Ya (ي) : untuk bunyi I
- Wawu (و) : untuk bunyi u
Serta harus ditambah sandangan (bantu) yaitu fathah (َ) , pȇpȇt (~) dan Hamzah (ء).
- Kaidah – kaidah aksara Pegon
- Huruf JIM (ج) ditambah 2 titik menjadi/dibaca CA/C
- Huruf FA (ف) ditambah 2 titik menjadi/dibaca PA/P
- Huruf DAL (د) diberi 3 titik di atas menjadi/dibaca DHA/DH
ket : titik diletakkan diatas untuk keseragaman dengan ذ
- Huruf YA (ي) ditambah 2 titik menjadi/dibaca NYA/NY
- Huruf KAF (ك) ditambah 3 titik dibawah menjadi/dibaca GA/G
- Huruf AIN (ع) ditambah 3 titik diatas menjadi/dibaca NGA/NG
ket : titik diletakkan diatas agar seragam dengan غ
Huruf HA aksara Pegonya ada dua yaitu HA (ه) dan alif (ا), karena HA dapat dibaca A contoh hayu dibaca ayu, hana dibaca ana.
- Huruf Pegon ditambah alif (ا) berbunyi A, contoh أ/ها maka dibaca ha/a
Huruf Pegon diberi alif (ا)
berbunyi Ó (dalam bahasa Jawa) seperti bunyi O pada kata Gógó (tanaman
padi pada lahan kering) dan berbunyi A dalam bahasa Indonesia, namun di
beberapa daerah Jawa sering juga dibaca A :
ه + ا dibaca HO dalam bahasa Jawa
HA dalam bahasa Indonesia
C
ontoh : سورابايا Suroboyo : Jawa
Surabaya : Indonesia.
- Huruf Pegon ditambah YA (ي) berbunyi I contoh
ن + ي : ني dibaca NI
ج + ي : جيdibaca JI
ك+ي : كي dibaca KI
Contoh : NIKI ditulis نيكي
- Huruf Pegon diberi tambahan Wawu (و) berbunyi U
أ + و : أو dibaca U
ه + و : هو dibaca HU
ن + و : نو dibaca NU
Contoh : KUKU ditulis كوكو:
- Huruf Pegon di Fathah dan digandeng dengan (ي) dibaca É, seperti E pada kata énak, pédé, saté.
اَ +ي : اَي dibaca E
هَ +ي :هَي dibaca HE
نَ + ي: نَي dibaca NE
Contoh : Enak : اَيناك
Juga dibaca Ё seperti pada kata peyek, remeh, teh, namun dalam bahasa Indonesia tetap dibaca É.
Contoh : Peyek : ڤيييك
- Huruf Pegon di Fathah dan digandeng dengan Wawu (و) untuk bunyi O, seperti pada kata ijo, bojo, loro, soto.
اَ +و : اَو dibaca O
نَ +و :نَو dibaca NO
هَ +و : هَو dibaca HO
Contoh : Bojo loro : بَوجَو لَورَو
Soto Babat : سَوتَو بابات
- Huruf Pegon diberi sandangan Pȇpȇt (~) atau tidak diberi sandangan apapun dibaca Ê seperti bunyi e pada kata sejuk, seger, semar, semangka.
آ atau ا dibaca E
ۿ atau ه dibaca HE
ن atau ن dibaca NE
Contoh : Negara :نڮارا atau نڮارا
Semangka : سماڠكاatau سماڠكا
- Penulisan Sastra Pegon dengan konsonan rangkap
Penulisan konsonan rangkap pengucapannya seolah –
olah ada bunyi E (Pȇpȇt), maka jika diucapkan perlahan – lahan akan
terasa bunyi E (Pȇpȇtnya).
Contoh :
- Program, jika dibaca perlahan akan terasa perogram.
- Struktur, jika dibaca perlahan akan terasa seteruktur.
Cara penulisan konsonan rangkap dengan Huruf Pegon
adalah dengan mengembalikan bunyi E (Pȇpȇt) yang seolah – olah ada pada
konsonan rangkap tersebut.
Contoh :
- Kata program maka jika ditulis Pegon menjadi ڨروڮرام,
- Praduga menjadi ڨراڎوڮا.
- Struktur menjadi ستروكتور .
- Kaidah Hamzah (alif) diawal kalimah
- Alif diberi Hamzah diatas dibaca A/O contoh : ono ditulis أنا.
- Alif diberi Hamzah dibawah dibaca I contoh : ini ditulis إني.
- Alif diberi Hamzah diatas dan Wawu (أو) dibaca U contoh : udara ditulis أوڎارا
- Alif diberi Hamzah dibawah dan Ya’ (ي) dibaca E, contoh : Enak ditulis يناكإ
- Alif tanpa Hamzah dan Wawu dibaca O contoh : Orang ditulis : اوراڠ
- Alif tanpa Hamzah, tanpa Wawu dan tanpa Ya’ dibaca E, contoh elang ditulis الاڠ
- Alif diberi Hamzah diatas dan Ya’ dibaca E. Contoh : Epson ditulis أيڨسان
Catatan :
- Kaidah menyambung Huruf – huruf Pegon sama dengan kaidah menyambung huruf – huruf Hijaiyyah.
- Bahasa Indonesia atau Jawa yang diserap dari bahasa Arab tetap ditulis aslinya. Contoh : kata "Islam" harus ditulis اسلام bukan ايسلام , kata “Batin” ditulis باطن bukan باطين.
Monggo diamalke Praktek Langsung.....
Terima kasih artikelnya sangat berguna bagi pembe]ajar seperti kami barokalloohu fikum
BalasHapusAlhamdulillah Kulo dapat referensi bagus matur sembah nuwun
BalasHapusTerimakasih sangat berguna sehingga sy bisa menambah ilmu mapel pego untuk diamalkan ke yg lain
BalasHapusDEWI NARESWARI
BalasHapusAlhamdulillah ...ketemu juga
BalasHapus